Sembilan bulan aku menunggunya
sembilan bulan aku merasakan respon perkembangan dari bulan ke bulan
begitu bahagia saat sudah memasuki bulan terakhir masa kehamilan ku
membayangkan ada malaikat kecil yang hadir dalam kehidupan aku dan suami ku
Satu minggu aku merasakan mulas yang tiada tara
jika rasa itu datang aku segera kedokter yang biasa menangani ku dari awal kehamilan
namun...... dokter selalu berkata ini masih dalam proses penipisan rahim mungkin nunggu hingga beberapa minggu kedepan
sampai pada minggu subuh aku merasakan seperti ada air yang keluar dari rahim ku..
aku hanya berfikir itu hanya sebuah mimpi
namun itu bukan sedekar mimpi aku terbangun dan langsung memberi tahu kepada suami ku bahwa aku khawatir kalo ini adalah air ketuban
Akhirnya suami ku memutuskan untuk segera mengantarkan aku kedokter untuk di cek
setelah sampai di tempat dokter, aku langsung di USG dan melihat volume air ketuban ku masih dalam taraf normal dan cukup, aku tetap penasaran air apa yang keluar dari rahim ku itu
aku meminta dokter untuk cek dalam dan benar khawatiran ku bahwa itu benar-benar air ketuban
menyarankan aku untuk di rujuk ke rumah sakit tapi aku serasa santai seperti tak ada beban namun dalam hati ku, aku selalu berdoa bahwa anak ku dalam keadaaan baik2 saja
aku di antar suami dan orang tua ku ke rumah sakit pada saat itu juga aku langsung di pasangkan infus untuk di induksi hingga batas waktu yang di tetapkan oleh dokter di rumah sakit
jika hingga jam 9 malam tak ada reaksi juga aku di putuskan untuk di sesar
seketika aku serasa di sambar petir tak percaya atas keputusan sesar terhadap ku
selama kehamilan ku tak berarti namun kenapa harus sesar dalam benak ku
aku belum lah sempurna jika aku melahirkan sesar, tapi ketentuan Allah untuk ku sangatlah berbeda jauh terbalik..
Hati ini seakan berontak dan aku terus mengelus perut ku mengajak anak ku untuk lahir dengan normal tapi tetap tak bisa.
aku pasrahakan atas ketentuan Allah untuk ku saat itu
aku yakin Allah lebih tau apa yang harus terjadi dan di balik itu pasti ada hikmahnya
sebelum perlaksanaan operasi itu di mulai aku melakukan berbagai ritual yang di anjurkn oleh rumah sakit mulai dari pemasangan selang yang membuat aku sangat tersakiti namun suami dan ibu ku selalu berada di samping ku saat itu juga....
detik detik aku masuk ruang operasi melihat serangkaian alat-alat yang ada di ruang operasi membuat aku sangat pasrah atas ketentuan ALlah saat itu tiba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar